Selain menjadi sarana promosi dagang, partisipasi Indonesia dalam GSE Sydney 2026 juga menjadi bagian dari penguatan program Campuspreneur Kementerian Perdagangan. Program ini bertujuan mendorong keterlibatan mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam kegiatan promosi perdagangan, kewirausahaan, dan peningkatan ekspor nasional.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Indonesia dilibatkan sebagai pendukung operasional Paviliun Indonesia, penjaga stan, hingga penghubung komunikasi dengan buyer dan pengunjung pameran. Salah satu peserta yang terlibat adalah mahasiswa MBA University of Sydney, Oriza Utami, yang mewakili Zemed.id, merek pakaian anak asal Indonesia yang tengah menjajaki pasar ekspor Australia.
Baca Juga:
Kemendag Sosialisasikan Permendag Nomor 18 Tahun 2026 untuk Perkuat Tata Kelola Impor
Menurut Oriza, partisipasi dalam GSE Sydney 2026 memberikan pengalaman berharga untuk memahami kebutuhan pasar Australia secara langsung sekaligus membangun jejaring bisnis internasional.
“Keikutsertaan dalam GSE Sydney 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk memahami secara langsung kebutuhan buyer Australia, membangun jejaring bisnis, serta menguji potensi produk Indonesia di pasar internasional. Kami berharap langkah ini dapat menjadi awal yang baik bagi Zemed.id untuk merintis ekspor, sekaligus menginspirasi mahasiswa Indonesia lainnya untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan ekspor nasional,” ujarnya.
Sementara itu, stan khusus Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 juga berhasil menarik perhatian 30 calon buyer asal Australia yang menyatakan minat untuk menghadiri TEI 2026 di Indonesia. Selain menjaring calon pembeli potensial, stan tersebut juga berfungsi sebagai sarana promosi pameran dagang terbesar Indonesia yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026.
Baca Juga:
Kemendag Dorong Transformasi Pasar Rakyat Lewat Penerapan SNI untuk Tingkatkan Daya Saing
Global Sourcing Expo sendiri merupakan salah satu ajang sourcing internasional terbesar di Australia yang mempertemukan buyer, retailer, wholesaler, importir, distributor, dan pelaku industri dengan produsen dari berbagai negara. Pameran ini berfokus pada sektor pakaian, alas kaki, aksesori, tekstil, dan perabot rumah tangga, serta menjadi platform penting bagi pelaku usaha untuk mencari pemasok baru, memperkuat kemitraan bisnis, dan mengikuti perkembangan tren global.
Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 600 ekshibitor dari berbagai negara dan kawasan turut ambil bagian, termasuk Indonesia, India, Bangladesh, Pakistan, Vietnam, Thailand, Tiongkok, Taiwan, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, dan sejumlah negara lainnya.
Pameran tersebut juga menjadi magnet bagi pemilik usaha, direktur perusahaan, buyer, pengembang produk, merchandise manager, private label agent, quality manager, hingga manajer logistik yang mencari peluang kerja sama dan sumber pasokan baru dari berbagai negara.