WahanaNews.co, Jakarta -
Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi dengan mitra internasional untuk memacu transformasi sektor industri nasional menuju industri yang yang lebih maju, ramah lingkungan, dan mampu bersaing di pasar global. Dalam upaya tersebut, United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menjadi salah satu mitra strategis yang telah bekerja sama dengan Kemenperin sejak 2009.
Melalui berbagai program dan kerja sama kedua pihak turut mendukung pengembangan industri hijau, peningkatan kapasitas sektor manufaktur, hingga penguatan daya saing industri nasional.
Baca Juga:
Kemenperin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun pada 2027 untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional
Komitmen untuk memperkuat kemitraan tersebut kembali ditegaskan melalui pertemuan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Deputy to the Director General and Managing Director UNIDO Zou Ciyong di Jakarta.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari dialog yang sebelumnya dilakukan Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy dengan Zou Ciyong pada BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok.
"Kemitraan dengan organisasi internasional dan negara sahabat perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi industri Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi dunia," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat pertemuan bilateral dengan UNIDO di Jakarta beberapa waktu lalu.
Baca Juga:
Kemenperin Cetak Ribuan SDM Industri Kompeten, Siap Isi Kebutuhan Manufaktur Nasional dan Global
Sebelumnya, dalam pertemuan bilateral Indonesia-UNIDO di sela penyelenggaraan BRICS PartNIR 2026 di Xiamen, Kemenperin dan UNIDO membahas sejumlah program kerja sama yang sedang berjalan. Di antaranya adalah memacu percepatan penyusunan Programme for Country Partnership (PCP), sebuah kerangka kerja sama yang diharapkan dapat memperluas kolaborasi Indonesia dan UNIDO di berbagai sektor industri. Dalam pertemuan tersebut, Tri juga menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan UNIDO.
"Indonesia memandang UNIDO sebagai mitra penting dalam mendukung transformasi industri yang inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap berbagai inisiatif yang dibahas dalam forum BRICS PartNIR dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri nasional," ujar Tri.
Salah satu program yang menjadi perhatian bersama adalah pembentukan Eco-Industrial Park (EIP) Center di Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Pusat tersebut dirancang sebagai sarana untuk mempercepat transformasi kawasan industri menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Saat ini, Kemenperin dan UNIDO telah membentuk tim teknis yang bertugas menyiapkan berbagai aspek agar pusat tersebut dapat segera beroperasi.