Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dalam BRICS Center for Industrial Competence (BCIC). Seiring bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS, inisiatif ini dinilai dapat membantu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia industri, mempercepat penerapan teknologi manufaktur digital, serta membuka peluang kolaborasi inovasi dan teknologi dengan negara-negara berkembang lainnya.
Pembahasan turut mencakup pengembangan industri nikel yang berkelanjutan melalui inisiatif yang dijalankan UNIDO bersama Tsingshan Holding Group dari Tiongkok. Indonesia menyambut baik berbagai upaya yang dapat mendukung hilirisasi industri mineral sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Baca Juga:
Kemenperin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun pada 2027 untuk Perkuat Daya Saing Industri Nasional
Melalui pertemuan di Jakarta tersebut, Indonesia dan UNIDO kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama yang telah dibangun selama ini. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi, memperluas akses teknologi, serta mempercepat terwujudnya industri nasional yang lebih maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Sumber: Kemenperin
[Redaktur: JP Sianturi]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.