WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto geram melihat adanya ketimpangan akses pembiayaan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Dia mengkritisi perihal bunga kredit Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang dinilai memberatkan hingga 22%-24%.
Baca Juga:
Semprot Sistem Ekonomi, Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 8 Persen
Oleh karena itu, Prabowo memerintahkan agar bunga kredit untuk pelaku usaha mikro ini turun hingga di bawah 10%. Hal ini, menurut Prabowo, akan dijalankan oleh Menteri Keuangan dan Danantara.
"Tadinya bunganya itu 24%, 22%, saya perintahkan harus turun di bawah 10%. Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara, "Sudah Pak 8%." Delapan lagi. Mana itu Danantara itu? Ya, pokoknya di bawah," ujarnya, dikutip Senin (18/5/2026).
Prabowo mengaku tidak terima jika pengusaha besar bisa mendapatkan bunga kredit hingga 9%, sementara ibu-ibu rumah tangga di kampung-kampung mendapatkan bunga 24%.
Baca Juga:
Danantara Mau Akuisisi 12% Saham Freeport, Gratis!
"Nggak benar itu. Kita ubah!" tegasnya.
Dia memastikan pemerintah akan menyediakan kredit dengan bunga relatif murah. Sebelumnya, Prabowo juga telah mengecam perihal bunga tinggi PNM ini.
Prabowo terkejut mengetahui bahwa debitur PNM Mekaar dengan besaran kredit Rp 2 juta - Rp 10 juta dikenakan bunga hingga 24%, seharusnya bunganya di bawah 10%. Bunga PNM Mekaar ini padahal banyak dimanfaatkan oleh usaha mikro kecil.