Dia menilai perlakukan ini tidak adil, karena pengusaha besar bisa meminjam ke perbankan dengan bunga 10%. Oleh karena itu, dia mengumpulkan para menteri dan memberikan tugas khusus ke Menteri Keuangan dan CEO Danantara.
"Berapa Pak Rosan 9%? banyak orang kaya dikasih 9%, orang miskin 24%. Ini negara Pancasila bukan ini? saya gak paham. saya kumpul menteri-menteri. Menteri keuangan dan Danantara saya instruksikan ini keputusan politik, saya ambil bahwa bunga untuk permodalan masyarakat madani kredit keluarga pra sejahtera, dari 24% kita turunkan harus di bawah 10%, harus di bawah 9%," tegas Prabowo.
Baca Juga:
Semprot Sistem Ekonomi, Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 8 Persen
"Harus di bawah 9%. Danantara bisa?" tanya Prabowo kepada Rosan yang hadir di seremoni tersebut.
CEO Danantara pun menyanggupi 8%. Prabowo pun balik bertanya: "Berapa persen? 8%? Kamu sengaja pilih angka 8, kamu kenapa enggak 7%? Ya udah pokoknya harus di bawah 9%."
Prabowo merasa tidak terima orang kurang mampu membayar bunga lebih besar dari orang kaya. Dia tidak ingin melihat praktik tidak adil seperti ini yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan nilai-nilai Pancasila.
Baca Juga:
Danantara Mau Akuisisi 12% Saham Freeport, Gratis!
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.