WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia berhasil menempati posisi pertama dunia dalam indeks transparansi belanja perpajakan atau Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) 2026. Tahun ini, Indonesia mengungguli sejumlah negara maju seperti Korea Selatan, Australia, Kanada, Jerman, Belanda, hingga Prancis.
Posisi Indonesia melonjak signifikan dibandingkan beberapa tahun terakhir. Pada 2023, Indonesia masih menduduki peringkat ke-15, kemudian naik menjadi posisi ke-2 pada 2024 hingga menjadi yang pertama tahun ini.
Baca Juga:
Tunggak Pajak Capai Rp330 Miliar, Ditjen Pajak Blokir 84 Rekening
Melansir keterangan resminya, Kementerian Keuangan menyebut capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan insentif pajak melalui laporan Tax Expenditure Report (TER).
"Melalui laporan ini, publik dapat melihat berbagai fasilitas perpajakan yang diberikan negara, termasuk nilai, tujuan kebijakan, jenis pajak, sektor penerima manfaat, serta arah dukungannya bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pelaporan belanja perpajakan menjadi bagian penting dari tata kelola APBN karena memastikan setiap insentif yang diberikan dapat diawasi bersama," dalam keterangan resmi dikutip Senin (18/5/2026).
Di tengah ketidakpastian global, pemerintah menilai kebijakan fiskal dan perpajakan tetap menjadi alat utama menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Juga:
Mudahkan Wajib Pajak, Samsat Kabupaten Bekasi Hadirkan Beragam Layanan
Pada kuartal I-2026, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh 5,61% secara tahunan, ditopang permintaan domestik, investasi, serta percepatan belanja pemerintah.
Capaian tersebut konsisten dengan data Kementerian Investasi yang menunjukkan realisasi investasi langsung tumbuh 7,22%.
Sementara itu, insentif pajak yang dilaporkan dalam TER mencerminkan keberpihakan Pemerintah kepada masyarakat dan UMKM, sekaligus mendukung iklim investasi.