Andi Gani mengatakan bahwa pihaknya masih mengakui Arsjad Rasjid sebagai Ketum Kadin. Ia mengatakan sesuai dengan AD/ART Arsjad Rasjid masih berstatus Ketum Kadin hingga 2026.
"Nah kenapa konfederasi buruh mengakui Arsyad Rasjid, saya tidak akan persoalan kepada Anindya Bakrie, hanya kami berpegangan kepada konstitusi sesuai AD/ART dan juga Arsjad Rasjid masih memegang keppres sampai saat ini, belum dicabut keppresnya, karena ini sangat berkaitan penting dengan perundingan-perundingan upah ke depan, November sudah sebentar lagi, penentuan upah minimum 2025, dengan siapa kami harus berunding, dengan siapa kami harus menerima berdiskusi dengan mitra pengusaha," tutup Andi Gani.
Baca Juga:
Klaim Stok Pangan Aman, Tri Adhianto Imbau Warga Jangan ‘Panic Buying’
Sebelumnya, Presiden Jokowi buka suara soal kisruh rebutan Ketua Umum Kadin. Jokowi mengatakan dia mengenal baik seluruh pihak yang pernah memimpin Kadin, termasuk Arsjad Rasjid.
"Selama 10 tahun saya menjabat, saya dekat dengan Kadin. Tidak sekali dua kali saya datang di acara Kadin, dulu baik dengan Pak Soeryo Bambang (Sulisto), baik dengan Pak Rosan Roeslani, baik juga dengan Pak Arsyad, baik juga dengan Pak Anindya, baik semuanya," kata Jokowi di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).
Jokowi menekankan Kadin bukan organisasi politik, sehingga ia meminta untuk diselesaikan secara internal. Ia mengatakan jangan sampai bola panas dilempar ke dirinya.
Baca Juga:
Kadin Siap ‘All Out’ Dukung Kementan Bangun Sektor Pertanian dan Capai Swasembada Pangan
"Dan ini bukan organisasi politik. Ini adalah organisasi pengusaha sehingga saya minta diselesaikan secara baik-baik. Di internal Kadin. Jangan nanti bola panasnya disorong ke saya," ujarnya.
[Redaktrur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.