WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) resmi meluncurkan gerakan bertajuk Clean Energy Day sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya kerja baru yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Program ini dirancang untuk mendorong seluruh insan PLN di berbagai wilayah Indonesia agar mulai beralih ke penggunaan transportasi rendah emisi setiap hari Jumat, sebagai langkah konkret dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan emisi karbon.
Baca Juga:
PLN Group Borong 46 PROPER Emas dan Hijau, Bukti Konsistensi Transformasi Berkelanjutan
Gerakan yang mulai dijalankan sejak 10 April 2026 tersebut menjadi bentuk implementasi langsung dari arahan Pemerintah dalam memperkuat efisiensi penggunaan energi fosil di tengah dinamika dan tantangan geopolitik global.
Selain itu, inisiatif ini juga mempertegas posisi PLN sebagai perusahaan energi yang berkomitmen memimpin percepatan transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih di Indonesia.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menegaskan bahwa program ini tidak sekadar bersifat imbauan, melainkan sebuah transformasi mendasar dalam pola pikir dan perilaku kolektif seluruh pegawai PLN yang jumlahnya mencapai lebih dari 37.158 orang.
Baca Juga:
Dukung WFH, PLN Hadirkan Kemudahan Tambah Daya dan Layanan Listrik Lewat PLN Mobile
Ilustrasi kendaraan listrik milik insan PLN tengah mengisi daya di salah satu kantor unit PLN.
"Sebagai komitmen menjalankan arahan Pemerintah, Kami menghadirkan Clean Energy Day sebagai langkah transformasi budaya kerja baru yang lebih efisien, hijau, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis langkah ini akan memberikan dampak nyata dalam menekan konsumsi BBM nasional serta mereduksi emisi karbon secara masif,” ujar Didi.
Dalam pelaksanaannya, PLN menerapkan kebijakan “Parkir Kendaraan Tanpa Bahan Bakar” di seluruh kantor setiap hari Jumat.
Melalui kebijakan ini, para pegawai didorong untuk tidak menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil dan beralih ke berbagai moda transportasi alternatif, seperti transportasi umum (KRL, MRT, LRT, atau BRT), kendaraan listrik (electric vehicle/EV), sepeda, hingga berjalan kaki.
Tidak hanya pada sektor mobilitas pegawai, program Clean Energy Day juga menyasar efisiensi operasional perusahaan secara menyeluruh.
Ilustrasi Mass Rapid Transit (MRT) sebagai salah satu moda transportasi publik yang ramah lingkungan.
PLN melakukan pengurangan perjalanan dinas hingga 50–70 persen, serta memaksimalkan penggunaan teknologi digital melalui rapat koordinasi secara daring guna mengurangi konsumsi energi dan biaya operasional.
Untuk mendukung keberhasilan program ini, PLN turut mengintegrasikan sistem pemantauan melalui aplikasi internal perusahaan.
Aplikasi tersebut memungkinkan pegawai mencatat aktivitas perjalanan harian secara otomatis, sehingga data yang terkumpul dapat dipantau secara real-time oleh manajemen.
Data tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi sekaligus penilaian untuk memberikan apresiasi kepada individu maupun unit kerja yang menunjukkan partisipasi aktif dan konsisten dalam mendukung gerakan ini.
Salah seorang insan PLN menggunakan scooter listrik sebagai transportasi minim emisi untuk menuju kantornya di PLN UP3 Bintaro.
Pada pelaksanaan perdana yang berlangsung pada Jumat (10/4), program Clean Energy Day mencatat hasil yang signifikan.
Insan PLN berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 28,6 ribu kilogram CO₂ atau rata-rata 2,9 kilogram CO₂ per pegawai.
Selain itu, terjadi penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekitar 12.400 liter, dengan efisiensi biaya energi yang mencapai kurang lebih Rp153 juta hanya dalam satu hari pelaksanaan.
"Ini adalah gerakan dari kita untuk masa depan. Sebuah cara baru yang menjawab kebutuhan akan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas. Kami ingin membuktikan bahwa bekerja dengan cara yang lebih hijau adalah sebuah kebanggaan dan standar baru di PLN," pungkas Didi (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]