WAHANANEWS.CO, Jakarta - Liburan sering kali dimulai jauh sebelum koper ditutup, yakni saat penumpang duduk di kabin pesawat, menatap awan, dan berharap perjalanan berlangsung aman hingga tujuan.
Rasa tenang selama terbang menjadi bagian penting dari pengalaman bepergian, baik untuk liburan keluarga, perjalanan jarak jauh lintas negara, maupun momen spesial yang telah lama direncanakan.
Baca Juga:
Dari Yogyakarta Menuju Makassar, Pesawat ATR 42-500 Dilaporkan Hilang Kontak
Di tengah meningkatnya minat perjalanan internasional, kepercayaan terhadap maskapai menjadi faktor kunci kenyamanan, bukan hanya bagi pelaku bisnis tetapi juga wisatawan yang mengejar pengalaman tanpa cemas.
Maskapai dengan rekam jejak keselamatan yang solid kerap memberi ketenangan bahkan sebelum roda pesawat meninggalkan landasan pacu.
Standar keselamatan tertinggi terus menjadi tolok ukur industri penerbangan global seiring upaya berkelanjutan menghadirkan pengalaman terbang yang aman dan menyenangkan.
Baca Juga:
Cuaca Buruk Jakarta Picu Efek Domino, Jadwal Penerbangan Nasional Kacau
Pemeringkatan keselamatan terbaru menempatkan maskapai layanan penuh dan berbiaya rendah dalam sorotan berdasarkan riset lembaga independen pemantau keselamatan penerbangan global, AirlineRatings.com.
Penilaian dilakukan terhadap ratusan maskapai di dunia dengan kompilasi data historis dan operasional yang diperbarui secara konsisten setiap tahun.
Metode penilaian mencakup catatan insiden dan kecelakaan relatif terhadap jumlah penerbangan, usia serta modernitas armada, hasil audit keselamatan internasional, hingga standar pelatihan pilot dan awak kabin.
“Kami menilai keselamatan secara menyeluruh dari aspek operasional hingga kesiapan kru,” disebutkan AirlineRatings.com.
Kemampuan maskapai dalam mengelola risiko operasional, termasuk menghadapi cuaca ekstrem dan turbulensi yang kian relevan dalam penerbangan modern, juga menjadi pertimbangan utama.
Di kategori maskapai layanan penuh, sejumlah nama besar mendominasi daftar teratas dengan reputasi global yang telah dikenal luas wisatawan.
“Keselamatan adalah fondasi kepercayaan penumpang,” ditegaskan lembaga pemeringkat tersebut dalam laporannya.
Etihad Airways menempati posisi puncak sebagai maskapai full-service teraman di dunia pada 2026, disusul maskapai dari Asia, Australia, Eropa, hingga Amerika Utara. Ini selengkapnya:
1. Etihad Airways
2. Cathay Pacific
3. Qantas
4. Qatar Airways
5. Emirates
6. Air New Zealand
7. Singapore Airlines
8. EVA Air
9. Virgin Australia
10. Korean Air
11. STARLUX Airlines
12. Turkish Airlines
13. Virgin Atlantic
14. ANA (All Nippon Airways)
15. TAP Air Portugal
16. SAS Scandinavian Airlines
17. British Airways
18. Iberia
19. Alaska Airlines
20. Delta Air Lines
21. American Airlines
22. Air Canada
23. Vietnam Airlines
24. Fiji Airways
Dominasi maskapai Asia dan Oseania mencerminkan konsistensi kawasan ini dalam menjaga standar keselamatan melalui modernisasi armada dan pelatihan kru berkelanjutan.
Di sisi lain, maskapai berbiaya rendah juga menunjukkan bahwa keselamatan bukan lagi domain eksklusif layanan penuh.
“Maskapai low-cost kini memiliki standar operasional yang semakin ketat,” ujar sumber pemeringkatan tersebut.
HK Express menempati posisi teratas dalam kategori low-cost teraman di dunia pada 2026, diikuti maskapai populer yang banyak digunakan untuk rute regional maupun internasional.
Berikut daftar maskapai low-cost teraman di dunia pada 2026:
1. HK Express
2. Jetstar Airways
3. Scoot
4. flydubai
5. EasyJet Group
6. Southwest Airlines
7. airBaltic
8. VietJet Air
9. Wizz Air Group
10. AirAsia Group
11. TUI UK
12. Vueling
13. Norwegian
14. JetBlue
15. Cebu Pacific
16. Jet2
17. Ryanair (Ireland & UK)
18. Spring Airlines China
19. Transavia Group
20. Eurowings Group
21. Volaris
22. WestJet Group
23. GOL
24. SKY Airline Chile
Masuknya maskapai low-cost dari berbagai benua menegaskan bahwa tiket terjangkau tidak harus berarti kompromi keselamatan, dengan armada lebih muda dan disiplin operasional sebagai kunci utama.
Laporan ini dirilis dan menjadi rujukan bagi wisatawan global pada Sabtu (25/1/2025).
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]