WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dunia energi diguncang krisis baru setelah perang di Timur Tengah mengganggu pasokan minyak global sehingga negara-negara maju sepakat mengambil langkah darurat dengan melepas cadangan minyak strategis dalam jumlah besar.
Badan energi internasional International Energy Agency (IEA) pada Rabu (11/3/2026) memutuskan untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna meredam gejolak pasokan yang dipicu konflik di Iran.
Baca Juga:
Minyak Tembus 119 Dolar per Barel, AS Pertimbangkan Cabut Sanksi demi Redam Harga
Langkah tersebut menjadi pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah organisasi yang dibentuk untuk menjaga stabilitas energi global.
Namun IEA tidak menetapkan jadwal pasti kapan minyak tersebut akan masuk ke pasar karena proses pelepasan cadangan akan dilakukan secara bertahap oleh masing-masing negara anggota sesuai kondisi nasional mereka.
IEA diketahui memiliki 32 negara anggota yang sebagian besar berasal dari negara ekonomi maju di Eropa, Amerika Utara, serta Asia Timur Laut dengan mandat menjaga stabilitas dan keamanan energi global.
Baca Juga:
Perkuat Ekonomi Lokal Sekitar Pembangkit, ALPERKLINAS Apresiasi PLN Olah 3,44 Juta Ton Abu Sisa Pembakaran Batubara PLTU
Organisasi ini didirikan pada tahun 1974 setelah embargo minyak oleh negara-negara Arab terhadap Amerika Serikat sebagai respons atas dukungan Washington kepada Israel dalam perang Arab-Israel 1973.
Dijelaskan Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol bahwa konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah telah menimbulkan tekanan besar terhadap pasar energi dunia.
“Konflik di Timur Tengah mempunyai dampak yang signifikan terhadap pasar minyak dan gas global,” kata Birol.