WahanaNews.co | Pembatasan harga gas di seluruh Uni Eropa (UE) yang digunakan untuk menghasilkan listrik dapat menyebabkan peningkatan penggunaan gas dan ekspor listrik bersubsidi Uni Eropa.
Hal ini berdasarkan sebuah dokumen yang ditujukan untuk negara-negara kawasan yang dilihat oleh Reuters.
Baca Juga:
Laba Bersih 2024 Moncer Rp378,8 Miliar, SeaBank Untung Terus Tiga Tahun Berturut-turut!
Menteri energi negara-negara Uni Eropa akan bertemu pada hari Selasa untuk membahas opsi membatasi harga gas Uni Eropa.
Rencana ini belum satu suara, dimana negara-negara Eropa masih terpecah tentang apakah dan bagaimana melakukan ini setelah membahasnya selama berminggu-minggu.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Komisi berbagi analis dengan negara anggota soal batas harga gas yang digunakan untuk menghasilkan listrik-skema yang diluncurkan Spanyol dan Portugal musim panas ini setelah invasi Rusia ke Ukraina dan pemotongan berikutnya untuk pasokan gas UE bisa mendorong biaya energi.
Baca Juga:
Prabowo Dorong Warga Negara untuk Memiliki Rekening dan Perkuat Literasi Keuangan
Meluncurkan gagasan ini di seluruh UE telah diperjuangkan Prancis, namun menurut dokumen tersebut dapat menyebabkan permintaan gas UE meningkat hingga 9 miliar meter kubik.
Rencana ini juga akan membutuhkan langkah-langkah untuk mencegah listrik yang lebih murah mengalir ke negara-negara non-UE seperti Inggris dan Swiss yang tidak memiliki batas harga, kata dokumen itu.
Jerman dan Belanda telah memperingatkan bahwa batasan harga untuk membuat gas lebih murah dapat menyebabkan lonjakan konsumsi pada saat negara-negara berlomba untuk menghemat bahan bakar dan menggantikan pasokan Rusia.