Maskapai nasional Kanada tersebut menambahkan audit internal yang dilakukan setelah kasus ini terungkap tidak menemukan pelanggaran serupa di antara pilot lainnya. Air Canada juga menyebut Wall langsung dibebastugaskan begitu dugaan tersebut diketahui dan kasusnya secara sukarela dilaporkan kepada otoritas penerbangan Kanada, Transport Canada.
Sementara itu, Presiden organisasi keselamatan penerbangan Flight Safety Foundation yang berbasis di Amerika Serikat, Hassan Shahidi, menyebut kasus ini sebagai peristiwa yang sangat jarang terjadi di industri penerbangan.
Baca Juga:
INACA: Imbas Perang Umrah Sepi, Sparepart Pesawat Terganggu
"Jika tuduhan tersebut terbukti, masalah utamanya bukanlah bahwa orang yang tidak terlatih menerbangkan pesawat penumpang, tetapi bahwa pilot ini mengabaikan persyaratan peraturan mendasar selama bertahun-tahun," ujar Shahidi.
Ia menilai kasus tersebut berpotensi mengungkap kelemahan dalam sistem verifikasi dan pengawasan lisensi pilot apabila dokumen palsu memang berhasil lolos dari pemeriksaan selama bertahun-tahun.
Meski demikian, Shahidi menegaskan tuduhan terhadap Wall tidak serta-merta menunjukkan bahwa penumpang menghadapi risiko yang sama seperti apabila pesawat diterbangkan oleh pilot yang sama sekali tidak memiliki pelatihan. Menurutnya, persoalan yang lebih besar adalah dugaan kegagalan mekanisme pengawasan regulasi yang seharusnya menjamin integritas dan kepercayaan terhadap sistem penerbangan.
Baca Juga:
Geger! Karena Alarm Salat Penumpang Diturunkan dari Pesawat
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.