Hanson menolak melepas burqa yang dikenakannya sehingga sidang Senat Australia terpaksa diskors.
Ini menjadi kali kedua Hanson mengenakan burqa di dalam ruang sidang parlemen, setelah pada tahun 2017 dia pernah memakai burqa penuh untuk menyoroti apa yang disebutnya sebagai persoalan keamanan yang dikaitkannya dengan ancaman teror.
Baca Juga:
Populasinya Meledak dan Rugikan Negara, Australia Punya Cara Tak Biasa Atasi Ikan Mas
Pada saat itu, Hanson menggambarkan Islam sebagai “budaya dan ideologi yang tidak sesuai dengan budaya dan ideologi kita”.
Popularitas Partai One Nation yang dipimpin Hanson kini meningkat, terutama ketika kubu oposisi konservatif tengah dirundung pertikaian internal, dengan jajak pendapat yang dilaporkan The Australian Financial Review menunjukkan dukungan terhadap partai tersebut mencapai rekor 18 persen pada bulan ini.
Kenaikan dukungan itu terjadi di tengah pernyataan seorang utusan pemerintah pada September lalu yang menyebutkan bahwa Australia gagal mengatasi Islamofobia yang terus-menerus terjadi dan semakin intensif.
Baca Juga:
Terdampak Konflik Global, Australia Gandeng Indonesia untuk Pasokan Urea
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.