Pemimpin Partai Buruh Turki, Erkan Baş, diketahui terkena semprotan gas merica saat berada di tengah aksi.
Erkan Baş menyampaikan kritik terhadap pemerintah, dengan menyatakan para pekerja hanya diberi kesempatan berbicara satu hari dalam setahun.
Baca Juga:
Perundingan Damai Rusia-Ukraina di Turki, Putin Dipastikan Absen
Ketegangan semakin meningkat setelah aparat menutup Lapangan Taksim sejak malam sebelum aksi berlangsung.
Penutupan kawasan yang selama ini menjadi simbol perjuangan buruh tersebut memicu reaksi keras dari para demonstran yang berencana melakukan long march menuju lokasi itu.
Penangkapan juga menimpa pejabat serikat pekerja, Başaran Aksu, yang sebelumnya menyampaikan kritik terhadap kebijakan penutupan Lapangan Taksim.
Baca Juga:
Targetkan Peningkatan Perdagangan Intra D-8, Mendag Ajak Negara Anggota Selesaikan Ratifikasi PTA
Ia menilai bahwa lokasi tersebut seharusnya dapat diakses oleh semua warga, termasuk para pekerja dan kelompok masyarakat kecil.
Aksi Hari Buruh di Turki memang kerap berlangsung di bawah pengawasan ketat aparat keamanan setiap tahunnya.
Kawasan pusat kota Istanbul sering kali dibatasi aksesnya untuk mencegah konsentrasi massa dalam jumlah besar.