"Seorang saksi juga terkena tembakan, namun belum jelas tingkat luka yang dialaminya," kata pernyataan itu.
Seorang pejabat penegak hukum yang berbicara kepada Reuters menyebut tersangka sebelumnya telah diidentifikasi sebagai individu dengan gangguan emosional.
Baca Juga:
Penembakan Islamic Center AS, 'Hero' Gugur Dua Pelaku Remaja Tewas Bunuh Diri
Pejabat tersebut juga mengungkapkan bahwa aparat sebelumnya pernah mengeluarkan "perintah jaga jarak" terhadap pelaku, yakni larangan untuk mendekati area tertentu.
Meski baku tembak terjadi sangat dekat dengan kompleks kepresidenan AS, Secret Service memastikan tidak ada personel penegak hukum yang mengalami luka.
Belum ada informasi tambahan mengenai motif penembakan maupun identitas lengkap pelaku. Otoritas federal hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi dan latar belakang insiden tersebut.
Baca Juga:
Pria Bersenjata Ditembak Secret Service, Gedung Putih Sempat Lockdown
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.