Salah satu kebijakan yang dicabut adalah larangan bagi seluruh lembaga kota untuk menarik investasi dari Israel.
Kebijakan lain yang dibatalkan adalah perluasan definisi antisemitisme agar selaras dengan definisi Aliansi Peringatan Holocaust Internasional atau IHRA, yang mengategorikan sejumlah kritik terhadap Israel sebagai antisemitisme.
Baca Juga:
Abaikan Gelombang Protes, AS Mantap Pasok F-15 ke Israel
Langkah itu dibela Mamdani dalam konferensi pers pada Jumat (2/1/2026) -- dengan menyebut sebagian organisasi Yahudi di New York juga memiliki kekhawatiran serupa.
“Apa yang kami lakukan sebenarnya adalah menjalankan komitmen kami untuk melindungi warga Yahudi di New York dengan cara yang benar-benar mampu memenuhi hal tersebut,” katanya.
Ia juga menegaskan wali kota baru memiliki opsi untuk memperpanjang, mencabut, atau mengubah perintah eksekutif yang diwariskan pendahulunya.
Baca Juga:
Pertemuan Perdana Trump–Mamdani: Dari Saling Serang Jadi Saling Puji
Pemerintah Israel langsung bereaksi keras terhadap kebijakan tersebut dan menuding Mamdani menyuburkan antisemitisme.
“Pada hari pertamanya sebagai Wali Kota New York, Mamdani langsung memperlihatkan wajah aslinya,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel melalui media sosial X.
“Ia membatalkan definisi antisemitisme IHRA dan mencabut pembatasan pemboikotan Israel. Ini bukan kepemimpinan. Ini menyiramkan minyak antisemitisme ke api,” lanjut pernyataan tersebut.