Otoritas setempat juga mengkhawatirkan satu orang lainnya telah meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Selain itu, satu orang lain masih belum ditemukan sehingga dikhawatirkan turut menjadi korban jiwa dalam bencana yang melanda Chiba.
Baca Juga:
10 Negara Paling Sering Diguncang Gempa di Dunia, Indonesia Ternyata Nomor 2
Pada Jumat (14/8/2026) pagi, Kantor Manajemen Bencana Prefektur Chiba mencatat hampir 26 ribu rumah masih mengalami pemadaman listrik.
Banjir juga merendam sedikitnya 45 rumah yang tersebar di Kota Ichikawa, Kashiwa, dan Sakura.
Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) sebelumnya telah memperingatkan mengenai tingkat ekstrem curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga:
Pascagempa Besar di Kumamoto, KBRI Tokyo Pastikan Belum Ada Laporan Korban WNI
"Berpotensi menjadi curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata pejabat JMA dalam konferensi pers, Kamis (13/8/2026).
Curah hujan di Chiba sempat berada pada peringatan level 5 pada Kamis (13/8/2026), yang menunjukkan tingkat ancaman sangat tinggi bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Status peringatan tersebut kemudian berangsur turun menjadi level 4 pada Jumat (14/8/2026) pagi.