WAHANANEWS.CO, Jakarta - Turbulensi merupakan fenomena umum dalam dunia penerbangan. Meski sebagian besar turbulensi hanya menimbulkan sedikit guncangan, ada beberapa kejadian yang menyebabkan turbulensi parah hingga menimbulkan korban jiwa.
Pada Mei 2024, sebuah pesawat Boeing 777-300ER milik Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ321 dari London menuju Singapura mengalami turbulensi hebat, yang mengakibatkan satu penumpang meninggal dan puluhan lainnya terluka.
Baca Juga:
Perjuangan Tekan Harga Tiket Pesawat Diungkap Menhub Budi Karya
Turbulensi bisa terjadi di mana saja selama penerbangan, baik dalam intensitas ringan maupun berat.
Namun, sebuah situs prediksi turbulensi, Turbli, telah merilis daftar rute penerbangan dengan tingkat turbulensi terparah di dunia.
Penasaran dengan rute mana saja yang masuk dalam daftar tersebut? Simak pembahasan lengkapnya di artikel ini.
Baca Juga:
H Bakri Kembali Dilantik di Senayan, Radius Purba: Terus Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
Daftar Rute Pesawat dengan Turbulensi Terparah di Dunia
Menurut Conde Nast Traveler, Turbli menganalisis sekitar 150.000 rute penerbangan di seluruh dunia, mengukur tingkat disipasi pusaran udara yang menjadi indikator intensitas turbulensi di jalur penerbangan.
Berdasarkan analisis tersebut, rute dari Santiago (SCL), Chile, ke Santa Cruz (VVI), Bolivia, menempati posisi pertama sebagai rute dengan turbulensi terparah.
Urutan kedua ditempati oleh rute dari Almaty (ALA), Kazakhstan, menuju Bishkek (FRU), Kyrgyzstan.
Berikut adalah daftar lengkap rute penerbangan dengan turbulensi terparah di dunia pada tahun 2023:
Santiago (SCL) - Santa Cruz (VVI)
Almaty (ALA) - Bishkek (FRU)
Lanzhou (LHW) - Chengdu (CTU)
Centrair (NGO) - Sendai (SDJ)
Milan (MXP) - Jenewa (GVA)
Lanzhou (LHW) - Xianyang (XIY)
Osaka (KIX) - Sendai (SDJ)
Xianyang (XIY) - Chengdu (CTU)
Xianyang (XIY) - Chongqing (CKG)
Milan (MXP) - Zürich (ZRH)
Menariknya, enam dari 10 rute dengan turbulensi terparah adalah rute domestik di Jepang dan China, dengan banyak penerbangan lepas landas atau mendarat di kota-kota seperti Lanzhou, Chengdu, dan Xianyang.
Di Eropa, rute yang paling rawan turbulensi adalah penerbangan dari Milan (MXP), Italia, menuju Jenewa (GVA), Swiss. Rute dari Milan menuju Zurich (ZRH), Swiss, juga masuk dalam daftar rute dengan turbulensi tinggi.
Pendiri Turbli, Ignacio Gallego Marcos, menjelaskan bahwa turbulensi parah sering terjadi di rute yang melintasi pegunungan seperti Andes dan Alpen, disebabkan oleh turbulensi gelombang pegunungan.
Sementara itu, rute di Jepang dan China kerap mengalami turbulensi akibat aliran jet yang sangat tinggi.
Aliran jet ini adalah inti angin kencang yang berada 5-7 mil di atas permukaan bumi dan bergerak dari barat ke timur.
Rute Pesawat dengan Turbulensi Terparah di Asia
Selain daftar global, Turbli juga merilis daftar rute dengan turbulensi terparah di Asia:
Almaty (ALA) - Bishkek (FRU)
Lanzhou (LHW) - Chengdu (CTU)
Centrair (NGO) - Sendai (SDJ)
Lanzhou (LHW) - Xianyang (XIY)
Osaka (KIX) - Sendai (SDJ)
Xianyang (XIY) - Chengdu (CTU)
Xianyang (XIY) - Chongqing (CKG)
Wuhan (WUH) - Xianyang (XIY)
Osaka (KIX) - Fukuoka (FUK)
Tokyo (NRT) - Osaka (ITM)
Banyak dari rute di Asia ini melewati wilayah yang sering dilanda aliran jet kuat, menyebabkan penerbangan lebih rentan terhadap turbulensi.
Dengan mengetahui rute-rute yang berisiko tinggi mengalami turbulensi, para penumpang dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik saat memilih jadwal penerbangan.
Meskipun turbulensi bisa terjadi kapan saja, informasi ini bisa menjadi panduan untuk mengurangi risiko dan memastikan perjalanan udara tetap nyaman dan aman.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]