WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Rusia masih membuka kemungkinan untuk menerima Ukraina sebagai negara tetangga dalam jangka panjang.
Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud apabila Ukraina mengambil posisi netral serta menunjukkan sikap yang bersahabat terhadap Moskow.
Baca Juga:
Ambisi Militer Bripda Rio: Ditolak AS dan Jerman, Berakhir di Medan Donbass Rusia
Pernyataan itu dilaporkan kantor berita Xinhua pada Jumat, 6 Februari 2026.
Pandangan tersebut disampaikan Lavrov dalam sebuah wawancara dengan media Russia Today yang dilakukan pada Kamis, 5 Februari 2026.
Dalam wawancara itu, ia menegaskan bahwa Rusia tidak menuntut Ukraina untuk menjadi sekutu politik atau militer.
Baca Juga:
Heboh Polisi Aceh Gabung Tentara Rusia, Riwayat Pelanggarannya Terbongkar
Meski demikian, Ukraina dinilai harus menjadi negara yang tidak bersikap bermusuhan terhadap Rusia.
Lavrov menekankan bahwa penyelesaian konflik Ukraina harus berlandaskan prinsip penghormatan terhadap hak-hak dasar warga negara.
Menurutnya, hak tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, seperti akses terhadap pangan, air bersih, serta layanan pemanas, terutama di tengah situasi krisis.