WahanaNews.co | Presiden Prancis, Emmanuel Macron, kembali mendapat perlakuan tak mengenakan.
Setelah sebelummya ditampar seorang pemuda, kini dia dilempari telur oleh pemuda juga.
Baca Juga:
Presiden Prancis Bubarkan Majelis Nasional Pasca Kekalahan Partai
Dilansir Aljazeera, Macron dilempar sebuah telur oleh pemuda saat menghadiri pameran perdagangan Internasional di Lyon, Prancis, Senin (27/9/2021).
Peristiwa itu pun terekam kamera.
Dalam video yang beredar, Macron tengah berjalan dan bersalam-salaman dengan kerumunan di pameran tersebut.
Baca Juga:
Dituding Transgender, Gugatan Ibu Negara Prancis Gugur
Namun, tiba-tiba, dia dilempari telur dan mengenai pundaknya, meski tak langsung pecah.
Di tengah pengawalan ketat para pengawalnya, Macron tampak kaget, dan telur itu pun pecah di lantai.
Terekam juga tindakan dua pengawalnya yang mengamankan pemuda pelempar.
Hingga saat ini, diketahui belum ada informasi yang jelas mengenai latar belakang pelemparan yang dilakukan pemuda tersebut.
Pemerintah Prancis pun menilai kejadian itu berlebihan.
Sebelumnya, Macron juga pernah ditampar saat menyalam-nyalami kerumunan.
Pria yang menampar Macron itu dihukum penjara selama empat bulan oleh pengadilan di Prancis.
Damien Tarel menyerang Emmanuel Macron usai berjabat tangan ketika Macron menyapa warganya di wilayah Drome, Prancis.
Damien Tarel, seorang penggemar sejarah abad pertengahan berusia 28 tahun, telah ditahan sejak menampar Macron di wajah pada saat itu.
Seorang jaksa menyebut, serangan itu "sama sekali tidak dapat diterima" dan "tindakan kekerasan yang disengaja".
Damien Tarel dijatuhi hukuman 18 bulan penjara oleh pengadilan, namun 14 bulan ditetapkan sebagai hukuman percobaan, sehingga Tarel hanya akan mendekam di penjara selama empat bulan.
Tarel mengatakan bahwa beberapa hari menjelang kunjungan Macron ke wilayah tersebut, dia telah berpikir untuk melemparkan telur atau krim tart ke presiden Prancis itu.
Dia menyebut, tamparan itu tidak direncanakan.
“Saya pikir Macron mewakili dengan sangat rapi kebusukan negara kita. Jika saya menantang Macron untuk berduel saat terik matahari, saya ragu dia akan merespons,” katanya kepada pengadilan, menurut BFM TV, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (11/6/2021). [qnt]