WAHANANEWS.CO, Jakarta - Hibah kapal induk Italia ke Indonesia yang sempat dipersoalkan justru menyimpan keuntungan besar bagi Roma, sementara penolakan politik di parlemen membuat prosesnya tertahan.
Kebijakan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi (C551) ke Indonesia yang ditolak senator dari Partai Demokrat dan Partai Bintang Lima ternyata memberi manfaat finansial bagi pemerintah Italia.
Baca Juga:
Dua Kapal Induk AS Kepung Timur Tengah, Trump Heran Iran Tak Menyerah
Pemungutan suara sebagai tanda persetujuan parlemen atas hibah tersebut, yang dipelopori senator Demokrat Alessandro Alfieri dan Graziano Delrio, akhirnya ditunda pada Senin (16/3/2026).
Dalam dokumen resmi Kementerian Pertahanan Italia disebutkan bahwa transfer gratis kapal induk senilai 54 juta euro atau sekitar Rp1 triliun tidak menimbulkan beban tambahan bagi anggaran negara.
“Transfer gratis kapal induk tidak menimbulkan beban tambahan pada anggaran negara,” demikian dijelaskan dalam dokumen tersebut.
Baca Juga:
Kapal Induk Hibah Italia Segera Perkuat TNI AL, Anggaran Difokuskan ke Retrofit
Penjelasan itu menegaskan bahwa melalui skema hibah, pemerintah Italia tidak perlu mengalokasikan dana baru untuk kebutuhan Angkatan Lautnya.
Di sisi lain, pengalihan kapal induk Garibaldi ke Indonesia juga menghindarkan beban biaya pemeliharaan yang selama ini ditanggung Marina Militare.
Sepanjang 2025, angkatan laut Italia harus mengeluarkan sekitar 5 juta euro atau setara Rp97 miliar hanya untuk kebutuhan dasar seperti listrik, pengawasan, keamanan, dan aktivitas minimum demi menjaga kondisi kapal tetap layak.