Menurut KCNA, kedua pemimpin juga sepakat meningkatkan komunikasi melalui kunjungan tingkat tinggi secara rutin serta memperluas pertukaran di sektor politik, ekonomi, dan budaya. Pertemuan tersebut disebut telah membawa hubungan kedua negara ke "tingkat strategis yang baru".
Kunjungan Xi juga bertepatan dengan peringatan 65 tahun penandatanganan Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama, dan Bantuan Timbal Balik antara Korea Utara dan China, yang selama ini menjadi fondasi aliansi kedua negara.
Baca Juga:
Korut Tegas di PBB, Tak Bakal Tunduk Pada Aturan Nuklir Dunia
Meski demikian, laporan media pemerintah Korea Utara maupun China tidak menyinggung isu program nuklir Pyongyang ataupun situasi keamanan di Semenanjung Korea. Hal ini berbeda dengan kunjungan Xi ke Pyongyang pada 2019, ketika Beijing masih secara terbuka menekankan pentingnya denuklirisasi kawasan tersebut.
Sementara itu, media pemerintah China sebelumnya melaporkan bahwa Xi juga mendorong penguatan kerja sama dengan Korea Utara di bidang diplomasi, penegakan hukum, dan militer.
Sebelum kembali ke Beijing, Xi dijadwalkan mengunjungi Menara Persahabatan di Pyongyang, monumen yang didedikasikan untuk mengenang tentara China yang bertempur bersama pasukan Korea Utara dalam Perang Korea 1950-1953 dan menjadi simbol eratnya hubungan kedua negara.
Baca Juga:
Kim Jong Un Puji Tentara Korut yang Bunuh Diri Hindari Ditangkap Ukraina
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.