WAHANANEWS.CO, Jakarta - Utusan Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan dengan tegas bahwa Pyongyang tidak akan terikat oleh perjanjian senjata atom mana pun. Pengumuman ini menegaskan bahwa tekanan eksternal tidak akan mengubah status negara tersebut sebagai kekuatan bersenjata nuklir di dunia.
Mengutip laporan Al Jazeera, melansir CNBC Indonesia, pernyataan Duta Besar Kim Song yang disiarkan oleh media pemerintah pada Kamis (7/5/2026) ini muncul saat Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain melontarkan kritik tajam. Kritik tersebut diarahkan pada program nuklir Korea Utara dalam konferensi tinjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang sedang berlangsung di markas PBB.
Baca Juga:
Kim Jong Un Uji Coba Rudal Mematikan Baru, Korsel Sebut Provokasi
Korea Utara sendiri tercatat telah menarik diri dari NPT pada tahun 2003 dan sejak saat itu telah melakukan enam kali uji coba nuklir. Langkah provokatif tersebut telah memicu berbagai sanksi dari Dewan Keamanan PBB, namun Pyongyang diyakini tetap menyimpan puluhan hulu ledak nuklir hingga saat ini.
Duta Besar Kim Song menyoroti jalannya konferensi di New York yang dianggapnya telah menyudutkan posisi kedaulatan negaranya di hadapan dunia internasional. Menurutnya, ada upaya sistematis dari pihak Barat untuk mendelegitimasi status nuklir yang telah mereka capai.
KCNA melaporkan pembelaan diplomat tersebut terhadap hak kedaulatan Korea Utara. Ia mengecam tindakan Amerika Serikat dan para sekutunya yang terus mempertanyakan posisi militer Pyongyang.
Baca Juga:
Di Tengah Mandeknya Diplomasi Global, Diam-Diam Nuklir Korea Utara "Melesat"
"Pada Konferensi Tinjauan NPT ke-11 yang sedang berlangsung di markas besar PBB, Amerika Serikat dan negara-negara tertentu yang mengikutinya secara tidak berdasar mempertanyakan status saat ini dan pelaksanaan hak-hak kedaulatan," ujar Kim.
Ambassador Song juga menegaskan bahwa klaim-klaim dari pihak luar maupun keinginan sepihak dari negara-negara Barat tidak akan memiliki dampak apa pun terhadap posisi strategis negaranya. Baginya, kekuatan nuklir Korea Utara adalah realitas yang sudah bersifat final.
Ia memastikan bahwa status negaranya sebagai kekuatan nuklir global tidak akan goyah hanya karena desakan retoris dari forum-forum internasional. Pihaknya bersikeras bahwa posisi tersebut sudah tidak bisa ditawar lagi.