WAHANANEWS.CO, Jakarta - Arab Saudi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung rakyat Palestina dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 25.000 porsi makanan hangat bagi warga di Jalur Gaza.
Bantuan tersebut disiapkan dan didistribusikan langsung melalui dapur pusat yang dikelola oleh Pusat Bantuan dan Penyelamatan Kemanusiaan Raja Salman (KSrelief).
Baca Juga:
Arab Saudi Murka usai Menteri Israel Terobos dan Kibarkan Bendera di Al Aqsa
Penyaluran bantuan menyasar kelompok masyarakat yang paling rentan, terutama warga yang berada di wilayah Gaza bagian tengah dan selatan.
Program ini menjadi bagian dari kampanye kemanusiaan Arab Saudi yang terus digencarkan untuk membantu masyarakat Palestina yang terdampak konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Kantor Berita Arab Saudi (SPA), Senin (1/6/2026), bantuan makanan tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan nyata Kerajaan Arab Saudi dalam meringankan beban warga Gaza yang saat ini menghadapi kondisi kemanusiaan yang semakin memprihatinkan.
Baca Juga:
Mengenal King Salman Gate, Megaproyek Perluasan Masjidil Haram MbS
Selain menyediakan makanan siap santap, program ini juga menjadi bagian dari inisiatif kemanusiaan berkelanjutan yang dijalankan Arab Saudi melalui KSrelief.
Lembaga tersebut selama ini aktif menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah terdampak konflik dan bencana, termasuk Palestina.
Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Gaza yang mengalami keterbatasan akses terhadap pangan, layanan kesehatan, serta kebutuhan pokok lainnya akibat situasi keamanan yang belum stabil.
Di sisi lain, kondisi kemanusiaan di Gaza masih terus memburuk seiring berlanjutnya serangan Israel di wilayah tersebut.
Korban jiwa terus bertambah, bahkan ketika umat Muslim di Gaza tengah merayakan Hari Raya Iduladha pada pekan lalu.
Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) melaporkan sedikitnya 26 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak Selasa (26/5/2026), atau sehari menjelang perayaan Iduladha.
Data tersebut tercantum dalam laporan yang dirilis pada Jumat (29/5/2026) berdasarkan informasi yang dihimpun para pemantau HAM PBB di Wilayah Palestina yang Diduduki (Occupied Palestinian Territory/OPT).
Menurut laporan tersebut, sebanyak 12 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dalam tiga serangan udara yang terjadi pada 26 Mei 2026. Informasi itu sebagaimana dikutip dari UN News.
OHCHR juga mencatat bahwa pasukan Israel telah menewaskan 922 warga Palestina sejak pengumuman gencatan senjata pada Oktober lalu.
Dengan tambahan korban terbaru, jumlah keseluruhan korban tewas sejak pecahnya konflik yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 telah mendekati 73.000 jiwa berdasarkan data otoritas setempat.
Para penyelidik HAM PBB turut menyoroti pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang pada Kamis lalu menginstruksikan pasukan Israel untuk memperluas area penempatan militer mereka.
Rencana tersebut disebut akan mencakup hingga sekitar 70 persen wilayah Jalur Gaza, yang dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi kemanusiaan dan mempersempit ruang hidup warga sipil di kawasan tersebut.
Di tengah situasi yang terus memanas, berbagai organisasi internasional dan negara-negara donor terus menyerukan peningkatan bantuan kemanusiaan serta perlindungan terhadap warga sipil yang terdampak konflik.
Bantuan pangan yang disalurkan Arab Saudi melalui KSrelief menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat Gaza bertahan di tengah krisis yang masih berlangsung.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]