WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev menyampaikan bahwa kinerja perekonomian negaranya menunjukkan capaian positif sepanjang 2025.
Ia mengklaim pertumbuhan ekonomi nasional melampaui 6 persen, dengan nilai produk domestik bruto (PDB) tercatat menembus USD300 miliar.
Baca Juga:
Detik-detik Pesawat Azerbaijan Meledak di Kazakhstan, 38 Orang Tewas
Selain itu, PDB per kapita Kazakhstan juga dilaporkan telah melampaui USD15 ribu.
Kendati demikian, Tokayev mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan capaian tersebut.
Ia menegaskan masih terdapat berbagai persoalan struktural yang harus diselesaikan bersama melalui kerja keras dan komitmen berkelanjutan.
Baca Juga:
Kedubes Rusia Ingin Adopsi Pola Pengkaderan Ulama MUI Bogor
"Kita harus bekerja keras karena masih banyak masalah yang belum terselesaikan," ujarnya seperti dikutip Astana Times, Senin (5/1/2026).
Salah satu tantangan utama yang disoroti Presiden Tokayev adalah laju inflasi yang masih berpotensi menggerus peningkatan pendapatan rumah tangga.
Menurutnya, pemerintah pusat bersama otoritas di tingkat regional menghadapi pekerjaan besar untuk memperkuat fondasi sosial dan ekonomi agar pertumbuhan yang dicapai dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Tokayev juga menyinggung proses modernisasi yang tengah dijalankan Kazakhstan.
"Kazakhstan telah mengambil langkah besar di sepanjang jalan modernisasi dan menjadi negara yang lebih beradab," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat kini memiliki kesadaran yang semakin kuat mengenai pentingnya transformasi berskala besar demi menjamin kesejahteraan generasi mendatang.
Menanggapi kekhawatiran publik terkait penerapan kode pajak baru, Tokayev menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang sistemik.
Ia menjelaskan bahwa reformasi fiskal serupa juga sedang berlangsung di berbagai negara lain di dunia, termasuk wacana kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 20 persen.
Lebih lanjut, Tokayev menekankan bahwa efektivitas kebijakan fiskal tidak hanya ditentukan oleh kualitas administrasi pemerintah semata.
Menurutnya, tingkat literasi pajak serta rasa tanggung jawab warga negara turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan sistem perpajakan secara keseluruhan.
Di sisi lain, Kazakhstan juga mencatat kemajuan signifikan di sektor ekonomi digital.
Ekosistem digital yang berkembang pesat dengan peran Astana Hub kini telah menghimpun sekitar 2.000 perusahaan rintisan dan teknologi.
Sementara itu, nilai ekspor teknologi informasi (TI) Kazakhstan dilaporkan mencapai sekitar USD1 miliar sepanjang 2025.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital, Presiden Tokayev telah membentuk Kementerian Kecerdasan Buatan dan Pengembangan Digital.
Langkah ini diperkuat dengan pengesahan undang-undang tentang kecerdasan buatan serta peluncuran dua superkomputer nasional, yakni Alem.Cloud dan Al-Farabium.
Tokayev menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir akan menentukan posisi negara di masa depan.
"Kecerdasan buatan membentuk semacam titik balik antara negara-negara yang berhasil memasuki masa depan dan negara-negara yang tetap berada di masa lalu," ucapnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan pengembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai prioritas utama dalam strategi pembangunan jangka panjang Kazakhstan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]