WAHANANEWS.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusulkan penerapan gencatan senjata terbatas dalam konflik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
Usulan tersebut difokuskan pada penghentian serangan terhadap fasilitas vital, khususnya infrastruktur energi dan kawasan pelabuhan, guna mencegah dampak kemanusiaan dan ekonomi yang lebih luas.
Baca Juga:
Turki Bekuk 34 Mata-mata Israel yang Incar Warga Palestina
Mengutip laporan Xinhua, seruan itu disampaikan pada Jumat (12/12/2025), pernyataan tersebut disampaikan Erdogan dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela forum perdamaian internasional yang digelar di Ashgabat, Turkmenistan.
Dalam pertemuan tersebut, Erdogan menegaskan pentingnya upaya bersama untuk mengakhiri konflik melalui jalur damai yang adil dan berkelanjutan.
Menurutnya, kemajuan menuju perdamaian dapat dicapai melalui langkah-langkah bertahap yang realistis dan terukur, dengan mengedepankan kepentingan kemanusiaan.
Baca Juga:
Adu Kuat Erdogan Dengan Kilicdaroglu di Pilpres Turki, Siapa Menang?
Langkah gencatan senjata terbatas itu diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak yang bertikai, terutama dalam melindungi infrastruktur energi dan pelabuhan yang memiliki peran penting bagi stabilitas regional dan pasokan global.
Erdogan juga menegaskan bahwa Türkiye terus memantau secara aktif proses negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang tersebut.
Lebih lanjut, Erdogan menyatakan kesiapan Ankara untuk berperan sebagai fasilitator dalam proses perundingan.
Pemerintah Turki juga menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah pembicaraan damai dalam berbagai format guna mendorong dialog konstruktif antara Rusia dan Ukraina.
Selain membahas konflik Rusia–Ukraina, pertemuan antara Erdogan dan Putin juga mencakup sejumlah isu internasional dan regional lainnya.
Topik yang dibicarakan meliputi hubungan bilateral kedua negara, pembekuan aset Rusia oleh Uni Eropa, serta dinamika situasi di Gaza dan Suriah.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela forum internasional yang digelar dalam rangka peringatan Tahun Internasional Perdamaian dan Kepercayaan.
Forum ini dihadiri oleh para delegasi tingkat tinggi dari berbagai negara serta perwakilan organisasi internasional, dengan tujuan memperkuat kerja sama global dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian dunia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]