WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman perang energi global kian nyata setelah komando militer tertinggi Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas energi mereka akan dibalas dengan kehancuran infrastruktur minyak dan gas di seluruh kawasan Timur Tengah.
Ketegangan baru ini muncul setelah Markas Pusat Khatam al-Anbiya, struktur komando tempur strategis Iran yang mengoordinasikan operasi militer besar negara tersebut, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga:
Tegang di Selat Hormuz, Kemlu Lakukan Diplomasi Intensif ke Iran Demi Kapal Indonesia
Pernyataan lembaga militer tersebut dipandang sebagai sinyal resmi kesiapan Iran untuk meningkatkan eskalasi konflik jika serangan terhadap fasilitas vital energi terus berlanjut.
Iran bahkan menyatakan siap menerapkan strategi “bumi hangus” yang akan menghancurkan jaringan minyak dan gas di kawasan Timur Tengah apabila agresi militer terhadap wilayahnya tidak dihentikan.
Ancaman itu muncul setelah jet tempur Israel dilaporkan melancarkan serangan udara yang menghantam sekitar 30 depot bahan bakar di Iran pada akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
“Kami akan mengubah minyak dan gas di kawasan ini menjadi lautan api hanya dengan serangan sekecil apa pun terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan Iran,” tegas militer Iran dalam pernyataan resminya.
Peringatan keras tersebut memicu kekhawatiran global karena kawasan Teluk Persia merupakan pusat distribusi energi dunia yang memasok sebagian besar kebutuhan minyak internasional.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan ikut turun tangan dan menegur Israel agar tidak memperluas serangan terhadap fasilitas energi Iran.