Dalam kesempatan yang sama,
Zulkifli juga menjelaskan, pihaknya pada 2030 mulai mempensiunkan
pembangkit-pembangkit tua yang subcritical.
Dalam jangka pendek, pembangkit
yang masih berbasis BBM impor dengan biaya yang sangat mahal, akan diganti
dengan pembangkit-pembangkit berbasis energi terbarukan, dan baseload.
Baca Juga:
Percepat Layanan Kelistrikan, PLN UID Jakarta Raya Nyalakan Listrik 1.500 Pelanggan Secara Serentak
"Kita mengubah BBM yang
mahal, impor, dan menimbulkan polusi, untuk secara penuh bergeser pada energi
murah, berbasis kekuatan domestik, dan lebih ramah lingkungan," imbuhnya.
PLN berkomitmen untuk
menurunkan emisi karbon bukan hanya didasari kebijakan atau perjanjian
internasional.
Tetapi untuk generasi yang
akan datang bisa menikmati masa depan yang lebih baik dari generasi sekarang.
Baca Juga:
REC PLN Tumbuh 19,65%, ALPERKLINAS Dorong Konsistensi Akses Listrik Hijau
Wiluyo Jadi Direktur EBT
Di tengah rencana fokus
pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN
(Persero) memutuskan untuk merombak Direksi PLN dan mengangkat tiga direksi
baru.