WahanaNews.co | Mantan Perdana Menteri Imran Khan menuding pemerintah Pakistan sebagai dalang atas penembakan terhadap dirinya saat menghadiri demonstrasi anti-pemerintah pada Kamis (3/11).
Khan menuduh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Menteri Dalam Negeri Tana Sanaullah, dan pejabat senior intelijen Mayor Jenderal Faisal Naseer sebagai aktor di balik upaya pembunuhannya.
Baca Juga:
Pemerintah Perkuat Pengawasan BSPS, Anggaran Rp10 Triliun Ditargetkan Perbaiki 400 Ribu Rumah
Tuduhan itu disampaikan pemimpin senior partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) Asad Umar dalam pernyataan resmi. Ia mengaku telah berbicara dengan eks PM itu.
"Saya mendapat informasi bahwa ini akan terjadi dari sebelumnya," kata Umar mengutip Khan.
Ia kemudian berujar, "Orang-orang ini harus dicopot dari jabatannya, jika tidak dicopot maka akan ada protes."
Baca Juga:
Kejahatan Siber Meningkat, Yusril Dorong Optimalisasi Pemulihan Kerugian Negara
Khan ditembak orang tak dikenal saat memimpin demo anti-pemerintahan di Wazirabad. Mereka memprotes menuntut pemilihan umum yang dilakukan lebih awal.
Mobil rombongan Khan tiba-tiba mengalami rentetan tembakan saat ia tengah menyapa peserta aksi. Beberapa orang di rombongan ini mengalami luka-luka.
Sementara itu, Khan terluka di bagian kaki. Eks PM tersebut kemudian langsung dibawa ke rumah sakit di Lahore.