“Tim penyelamat telah dikerahkan secara besar-besaran dengan kecepatan perang untuk mengatasi situasi ini,” ujarnya.
Namun, proses evakuasi berjalan lambat karena cuaca buruk yang belum mereda.
Baca Juga:
Banjir Bandang Landa Simangumban, Pemkab Tapanuli Utara Gerak Cepat Evakuasi Warga
Hujan deras masih mengguyur wilayah itu dan sejumlah akses jalan utama dilaporkan rusak parah, menyulitkan mobilisasi bantuan.
Komisi Air Nasional India mencatat bahwa beberapa sungai di daerah tersebut meluap hingga melewati batas aman, memperparah dampak banjir bandang.
Sementara itu, militer India telah mengirimkan 150 personel ke lokasi bencana.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Bantah Timbun Bantuan, Basyri: Disiapkan untuk Penghuni Huntara dan Huntap
Sejauh ini, mereka berhasil menyelamatkan sekitar 20 orang yang sempat tertimbun lumpur dan reruntuhan.
Menurut laporan militer, arus deras yang membawa lumpur dan puing datang secara tiba-tiba dan langsung menyapu seluruh area pemukiman yang ada di jalurnya.
“Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, dengan semua sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk menemukan dan mengevakuasi orang-orang yang masih terjebak,” kata juru bicara militer, Suneel Bartwal (Seremoadver).