WAHANANEWS.CO, Jakarta - Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah Pemerintah Kamboja dalam memberantas kejahatan lintas negara, khususnya sindikat penipuan daring yang kian meresahkan.
Dukungan tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dalam pertemuan dengan Presiden Senat sekaligus mantan Perdana Menteri Kamboja, Samdech Techo Hun Sen, di Solidarity Palace.
Baca Juga:
Inggris Rilis Travel Warning 2026, Indonesia Masuk Daftar Wilayah yang Diwaspadai
Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 26 Januari 2026, tersebut merupakan farewell call atau pertemuan perpisahan menjelang berakhirnya masa tugas Santo sebagai Dubes RI di Kamboja.
Dalam waktu dekat, Santo akan mengakhiri penugasan diplomatiknya dan melanjutkan amanah baru sebagai Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI.
Dalam kesempatan itu, Santo menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menghadapi kejahatan lintas batas yang semakin kompleks dan terorganisasi.
Baca Juga:
Papua Nugini Minta 'Zona Aman' di Perbatasan RI, Cegah Konflik Papua Barat
“Kejahatan lintas negara hanya dapat ditanggulangi melalui kerja sama intensif. Baik di tingkat bilateral maupun regional,” kata Santo di dalam pertemuan.
Selain membahas isu keamanan, Santo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kamboja terhadap peran KBRI Phnom Penh dalam memberikan pelayanan serta pelindungan bagi warga negara Indonesia (WNI).
Ia secara khusus mengucapkan terima kasih atas bantuan otoritas Kamboja dalam menangani peningkatan arus kedatangan WNI ke Phnom Penh, terutama setelah mereka keluar dari berbagai pusat penipuan daring yang beroperasi di Kamboja dalam beberapa waktu terakhir.
Lebih lanjut, Santo menilai hubungan antara Indonesia dan Kamboja terus mengalami penguatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Penguatan tersebut tidak hanya terlihat di sektor ekonomi, tetapi juga pada interaksi antar-masyarakat dan kerja sama di berbagai bidang strategis.
“Hubungan bilateral Indonesia-Kamboja terus menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang ekonomi dan interaksi antar-masyarakat. Tren penguatan kerja sama ini juga tercermin dari intensitas kunjungan tingkat tinggi, termasuk kunjungan Samdech Techo Hun Sen ke Jakarta pada Mei 2025,” ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Samdech Techo Hun Sen menyampaikan bahwa upaya pemberantasan sindikat penipuan daring di Kamboja sebenarnya telah dilakukan sejak lama.
Namun, menurutnya, langkah-langkah tersebut baru menunjukkan hasil yang lebih nyata dan positif dalam periode akhir-akhir ini.
Presiden Senat Kamboja itu juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Santo Darmosumarto selama menjalankan tugas diplomatik di Phnom Penh.
Ia menilai peran Santo sangat signifikan dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Kamboja serta mendorong kerja sama konkret di berbagai sektor.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan jasanya, Samdech Techo Hun Sen menganugerahkan medali kehormatan The Order of Sahametrei: Maha Maha Sereyvath kepada Dubes Santo.
Penghargaan tersebut diberikan atas nama Raja Norodom Sihamoni sebagai simbol persahabatan dan penghormatan dari Kerajaan Kamboja.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]