WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pada awal Mei 2025, Israel dilanda kebakaran hutan besar yang meluas dengan cepat di kawasan yang membentang antara Yerusalem dan Tel Aviv.
Bencana ini menyebabkan ribuan warga harus dievakuasi dari pemukiman mereka, menutup sejumlah jalur lalu lintas utama, dan mengganggu pelaksanaan perayaan Hari Kemerdekaan Israel yang ke-77.
Baca Juga:
Kebakaran di Yerusalem, Euforia dan Sindiran Panaskan Media Sosial Arab
Pemerintah Israel segera menyatakan status darurat nasional dan mengajukan permintaan bantuan kepada komunitas internasional.
Beberapa negara merespons dengan mengirimkan armada pesawat pemadam kebakaran dan tim penyelamat.
Namun, tidak sedikit pula negara yang memilih tidak memberikan bantuan, baik karena alasan politik, historis, maupun keterbatasan hubungan diplomatik.
Baca Juga:
Badai Pasir dan Amuk Api, Dua Bencana Alam Hantam Israel Tanpa Peringatan
Negara-negara yang Tidak Memberikan Bantuan
Hingga berita ini ditulis, tidak ada laporan resmi mengenai negara yang secara terbuka menolak permintaan bantuan dari Israel.
Namun, sejumlah negara tercatat tidak masuk dalam daftar pemberi bantuan dalam laporan-laporan media arus utama.