Serangan itu dirancang untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz dan menghukum pasukan Korps Garda Revolusi Islam, yang merupakan basis kekuatan utama Iran yang mengendalikan persenjataan rudal balistiknya.
Rekaman yang dirilis oleh militer AS menunjukkan serangan yang dilakukan oleh jet tempur dan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari laut. Salah satu lokasi target tampaknya berada di lembah wilayah pegunungan. Garda Revolusi sering memiliki pangkalan rudal dan peralatan militer lainnya yang ditempatkan di pegunungan.
Baca Juga:
Trump Klaim Seluruh Pemimpin Militer Iran Tewas, Sebut Mojtaba Khamenei "90 Persen Lenyap"
“Serangan Iran terhadap pangkalan di Yordania menewaskan dua anggota militer Amerika, menyebabkan satu orang hilang dan empat orang membutuhkan perawatan di rumah sakit,” kata militer AS seperti dikutip dari The Associated Press.
Sejak perang dimulai, 16 anggota militer AS telah tewas dan lebih dari 430 terluka.
Otoritas Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa setidaknya 50 orang telah tewas dan 517 terluka dalam serangan AS terbaru.
Baca Juga:
Iran Sebut Lindsey Graham Sosok Jahat Usai Senator AS Itu Meninggal Dunia
Iran belum memberikan informasi keseluruhan mengenai kerugian materialnya dalam serangan Amerika, yang kini memasuki hari kedelapan ketika kedua negara bersaing memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.
Badan energi atom Iran mengatakan bahwa serangan AS pada Minggu pagi menargetkan lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang direncanakan di barat daya Iran.
Meskipun demikian, citra satelit dari Planet Labs PBC dari lokasi yang direncanakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Darkhovin menunjukkan pembersihan lahan tetapi sangat sedikit konstruksi yang telah dilakukan di sana hingga 9 Juli.