WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei disemayamkan di Masjid Agung Mosalla, Teheran, pada Jumat waktu setempat.
Prosesi tersebut menjadi awal rangkaian pemakaman selama beberapa hari yang diperkirakan berubah menjadi demonstrasi besar perlawanan Iran terhadap Barat.
Baca Juga:
Trump Umumkan Hentikan Operasi Militer AS di Selat Hormuz
Melansir Wall Street Journa, Otoritas Iran memperkirakan lebih dari 20 juta orang akan menghadiri rangkaian upacara yang dimulai Sabtu hingga enam hari ke depan. Khamenei diketahui tewas bersama sejumlah anggota keluarganya dalam gelombang pertama serangan udara Israel dan Amerika Serikat ke Teheran lebih dari empat bulan lalu.
Menjelang dimulainya prosesi, sejumlah pejabat asing hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev dan Wakil Ketua badan legislatif tertinggi China He Wei, serta perwakilan dari Pakistan, Irak, India, Turki dan sejumlah negara lainnya.
Media pemerintah Iran menayangkan lima peti jenazah sederhana yang dibalut bendera Iran di dalam masjid tersebut. Salah satunya merupakan peti kecil yang berisi jenazah cucu perempuan Khamenei yang masih berusia satu tahun dan disebut turut tewas dalam serangan udara tersebut.
Baca Juga:
Ketegangan AS-Iran Kembali Membara Lewat 'Mulut Pedas' Trump
Pemerintah Iran berupaya memanfaatkan mobilisasi massa dalam pemakaman ini untuk memperkuat dukungan publik di tengah gencatan senjata yang masih rapuh dengan Amerika Serikat. Konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan sebelumnya telah menimbulkan kerusakan besar di berbagai wilayah Iran.
Seorang penerjemah bernama Hossein Ansari yang berencana menghadiri pemakaman terakhir di Kota Mashhad pada 9 Juli mengatakan kerumunan besar akan menjadi pesan bagi dunia. Menurutnya, kehadiran jutaan orang menunjukkan bahwa banyak warga Iran tetap menghormati Khamenei meski tidak semuanya religius.
Beberapa hari sebelum pemakaman, banyak toko di Teheran tutup dan area parkir pusat perbelanjaan dipenuhi kendaraan pengunjung. Warga dari berbagai daerah berdatangan ke ibu kota untuk mengikuti rangkaian penghormatan terakhir tersebut.