Seorang warga perempuan mengatakan warisan politik Khamenei adalah Iran-sentrisme dan perlawanan terhadap kekuatan besar dunia. Menurutnya, Khamenei selalu menekankan bahwa rakyat Iran harus menentukan masa depan mereka sendiri tanpa campur tangan pihak luar.
Meski demikian, Khamenei meninggalkan Iran yang selama puluhan tahun mengalami perpecahan tajam. Banyak generasi muda tumbuh di tengah represi politik dan kesulitan ekonomi sehingga memiliki pandangan negatif terhadap kepemimpinannya.
Baca Juga:
Trump Umumkan Hentikan Operasi Militer AS di Selat Hormuz
Associate Professor Johns Hopkins School of Advanced International Studies, Narges Bajoghli, mengatakan perang terbaru telah mengubah persepsi sebagian masyarakat terhadap Khamenei. Kemampuan Iran bertahan dari serangan dan memberikan tekanan kepada musuh dianggap sebagian warga sebagai pembenaran atas strategi garis keras yang selama ini diterapkannya.
Menurut Bajoghli, kematian Khamenei mengubah citranya dari sosok represif menjadi arsitek strategi yang dinilai berhasil menjaga keutuhan Iran menghadapi ancaman terbesar dalam sejarah modern negara tersebut. Namun ia menegaskan catatan domestik pemerintahan Khamenei tetap tidak bisa diabaikan.
Seorang mahasiswa berusia 23 tahun di Teheran menilai sejarah kemungkinan akan memperlakukan Khamenei lebih baik dibanding penilaian saat ini. Ia mengatakan masyarakat Iran cenderung mengagumi pemimpin yang mampu memperluas pengaruh negaranya di panggung internasional.
Baca Juga:
Ketegangan AS-Iran Kembali Membara Lewat 'Mulut Pedas' Trump
Meski popularitas Khamenei menurun dalam beberapa tahun terakhir, jutaan warga Iran yang didominasi kelompok konservatif tetap mendukung kepemimpinan ulama dan militer. Kelompok tersebut menilai kekuatan militer Iran menjadi salah satu pencapaian terbesar selama masa pemerintahannya.
Dalam beberapa hari terakhir, tokoh konservatif dan petinggi militer terus menyampaikan pidato anti-Israel dan anti-Amerika Serikat. Mereka menyebut persediaan rudal serta kemampuan drone Iran sebagai bagian penting dari warisan Khamenei.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menghadapi tekanan dari kelompok yang lebih moderat untuk memperoleh pencairan dana Iran yang dibekukan melalui negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun pembicaraan tidak langsung yang berlangsung di Doha pekan ini gagal menghasilkan pelonggaran sanksi maupun pencairan dana baru.