“Sementara bagi Ukraina, keputusan pemberian status kandidat Uni Eropa akan memberikan dorongan besar untuk transformasi positif lebih lanjut dari negara Ukraina yang sejak 2014 mendapat gangguan dari Rusia,” kata dia.
Meski demikian, lanjutnya, Ukraina sepenuhnya menyadari bahwa status kandidat UE belum berarti keanggotaan langsung dan masih ada jalan yang harus ditempuh hingga kami memenuhi kriteria Kopenhagen yang diperlukan untuk bergabung dengan UE.
Baca Juga:
20 Oktober 2024: Melihat Nasib Konsumen Pasca Pemerintahan 'Man Of Contradictions'
Diketahui Ukraina telah menerapkan sekitar 70% aturan, standar, dan norma Uni Eropa.
Kepemimpinan dan masyarakat Ukraina 100% bertekad untuk menerapkan reformasi lebih lanjut agar Ukraina memenuhi kriteria Kopenhagen.
Kriteria Kopenhagen ditetapkan pada Pertemuan Dewan Eropa di Kopenhagen pada Juni 1993 yang menetapkan apakah suatu negara layak untuk bergabung dengan Uni Eropa, kriteria tersebut antara lain meliputi adopsi demokrasi, mempunyai dasar hukum, menghormati Hak Asasi Manusia dan kaum minoritas.
Baca Juga:
HUT ke-79 TNI, Ini Pesan Presiden Jokowi ke Prajurit Indonesia
Negara kandidat Uni Eropa menganut asas ekonomi pasar dan mempunyai kapasitas untuk mengatasi tekanan persaingan dan memiliki kemampuan untuk memenuhi semua kewajiban sebagai anggota Uni Eopa.
Presiden Volodymyr Zelensky menyebut langkah Uni Eropa untuk menerima Ukraina sebagai calon anggota merupakan kemenangan.
"Ini adalah kemenangan," kata Zelensky sambil tersenyum dalam video singkat yang diunggah ke akun Instagram-nya, Kamis (23/6/2022).