Malaysia menilai pendekatan regional penting agar upaya penanganan tidak hanya dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara.
"Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas," kata Mohamad.
Baca Juga:
Polrestabes Medan Ungkap Jaringan Narkoba Cina - Malaysia - Indonesia, 5 Kg Sabu Diamankan
Menurutnya, Sekretariat ASEAN dapat memainkan peran penting dalam menghubungkan komunikasi serta langkah teknis antara negara-negara yang berkepentingan.
Surat mengenai persoalan kabut asap tersebut juga akan diserahkan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam satu atau dua hari ke depan.
"Kami berharap langkah ini dapat mempercepat tindak lanjut dan koordinasi di tingkat regional," ujar Mohamad.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Terima Delegasi Kepala Sekolah Malaysia, Bangun Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan
Upaya diplomatik Malaysia dilakukan ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak terus memburuk akibat kabut asap.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup serius adalah Serian yang lokasinya tidak jauh dari kawasan perbatasan Malaysia dan Indonesia.
Berdasarkan data portal Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara Malaysia atau APIMS, indeks pencemaran udara di Serian mencapai angka 242 pada Jumat (21/8/2026) pukul 06.00 waktu setempat.