Angka tersebut telah masuk dalam kategori kualitas udara sangat tidak sehat.
Memburuknya kualitas udara kemudian memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kesehatan akibat paparan kabut asap.
Baca Juga:
Polrestabes Medan Ungkap Jaringan Narkoba Cina - Malaysia - Indonesia, 5 Kg Sabu Diamankan
Perhatian terutama tertuju kepada kelompok masyarakat rentan yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.
Situasi tersebut membuat langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan publik semakin diperlukan.
Kondisi di Sarawak sekaligus meningkatkan kebutuhan bagi Malaysia dan Indonesia untuk memperkuat kerja sama dalam menangani sumber kebakaran hutan dan pencemaran udara lintas batas.
Baca Juga:
Wakil Bupati Sumedang Terima Delegasi Kepala Sekolah Malaysia, Bangun Kolaborasi Pendidikan Berkelanjutan
"Persoalan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai masalah satu negara karena kabut asap dapat bergerak dan berdampak langsung kepada masyarakat di wilayah lain," kata Mohamad.
Koordinasi kedua negara dinilai semakin penting karena pergerakan kabut asap tidak mengenal batas administratif.
Mekanisme ASEAN kemudian menjadi salah satu jalur yang akan dimanfaatkan Malaysia untuk mendorong koordinasi penanganan sumber kebakaran.