Militer mengetahui kasus ini namun tidak menghentikan penculikan yang juga melibatkan anggota geng dan polisi itu.
Murillo Karam, yang saat itu dalam tekanan publik untuk segera menyelesaikan kasusnya, mengklaim pada 43 siswa dibunuh dan tubuh mereka dibakar di tempat pembuangan sampah oleh anggota geng narkoba.
Baca Juga:
Meksiko Ketok Tarif Impor 35 Persen, Produk RI Ikut Terdampak
Namun, penyelidikan kasus ini melibatkan penyiksaan, salah tangkap, dan kesalahan penanganan bukti.
Hal tersebut membuat sebagian besar anggota geng yang terlibat langsung bebas.
Investigasi lanjutan yang digelar para ahli independen dan Kejaksaan Agung, dan dikuatkan oleh komisi kebenaran, menolak gagasan bahwa mayat-mayat para siswa itu dibakar.
Baca Juga:
Jet Pribadi Jatuh Saat Mendarat Darurat di Meksiko, 7 Orang Tewas
Pun belum ada bukti bahwa ada siswa itu masih hidup.
Keberadaan para korban pun masih jadi misteri. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.