Selain mengandalkan pendapatan dari konser, Swift juga memperoleh keuntungan besar melalui proyek rekaman ulang sejumlah album lamanya.
Strategi merekam ulang katalog musik terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap pertumbuhan aset miliknya.
Baca Juga:
Jangan Tergiur! OJK Sebut Nonton Drama China hingga Klik Iklan Jadi Modus Penipuan Baru
Melalui langkah tersebut, Swift berhasil memperoleh kendali penuh atas distribusi serta hak ekonomi dari lagu-lagu yang ia ciptakan.
Kebijakan itu juga memungkinkan dirinya menikmati manfaat finansial yang lebih besar dari setiap pemutaran, lisensi, maupun penggunaan ulang karya musiknya.
Meski kini menyandang gelar musisi wanita terkaya sepanjang sejarah, Taylor Swift belum menjadi musisi terkaya di dunia secara keseluruhan.
Baca Juga:
Data Terbaru BPS Bongkar Fakta: Dari 100 Orang Indonesia, Hanya 37 yang Rajin Berolahraga
Posisi tersebut masih ditempati oleh Jay-Z yang memiliki total kekayaan bersih sekitar US$ 2,8 miliar atau setara Rp50,6 triliun.
Perbedaan nilai kekayaan tersebut menunjukkan persaingan para miliarder industri musik dunia masih berlangsung ketat.
Namun demikian, prospek pertumbuhan aset Taylor Swift masih dinilai sangat besar dalam beberapa tahun mendatang.