Selain mengandalkan pendapatan dari konser, Swift juga memperoleh keuntungan besar melalui proyek rekaman ulang sejumlah album lamanya.
Strategi merekam ulang katalog musik terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan terhadap pertumbuhan aset miliknya.
Baca Juga:
Panti Rehabilitas Narkoba Sidikalang Disorot, Data Pasien Tidak Transparan
Melalui langkah tersebut, Swift berhasil memperoleh kendali penuh atas distribusi serta hak ekonomi dari lagu-lagu yang ia ciptakan.
Kebijakan itu juga memungkinkan dirinya menikmati manfaat finansial yang lebih besar dari setiap pemutaran, lisensi, maupun penggunaan ulang karya musiknya.
Meski kini menyandang gelar musisi wanita terkaya sepanjang sejarah, Taylor Swift belum menjadi musisi terkaya di dunia secara keseluruhan.
Baca Juga:
Kasus Rumah Mangkrak Masih Terjadi, FKBI Ingatkan Konsumen Jangan Mudah Percaya Janji Developer Syariah
Posisi tersebut masih ditempati oleh Jay-Z yang memiliki total kekayaan bersih sekitar US$ 2,8 miliar atau setara Rp50,6 triliun.
Perbedaan nilai kekayaan tersebut menunjukkan persaingan para miliarder industri musik dunia masih berlangsung ketat.
Namun demikian, prospek pertumbuhan aset Taylor Swift masih dinilai sangat besar dalam beberapa tahun mendatang.