WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) resmi meningkatkan status kedaruratan di Teheran, Iran, menjadi Siaga 1.
Langkah ini diambil menyusul situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas pasca-eskalasi militer di wilayah tersebut.
Baca Juga:
Slowakia Tawarkan Kerja Sama Tenaga Nuklir dan Pendidikan Ilmu Nuklir kepada Indonesia
Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa peningkatan status ini merupakan hasil asesmen mendalam terhadap kondisi keamanan di lapangan. Selain Teheran, beberapa wilayah strategis lainnya juga ditetapkan dalam status waspada.
"Tingkat kedaruratan masing-masing negara di perwakilan ini ditentukan dengan melihat kondisi riil di lapangan. Teheran itu sudah Siaga 1, kemudian Beirut itu Siaga 2, Damaskus Siaga 2, dan Dubai Siaga 3," ujar Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Merespons situasi tersebut, pemerintah terus menjalankan proses evakuasi WNI dari Iran secara bertahap. Heni Hamidah melaporkan bahwa evakuasi tahap pertama telah berhasil memulangkan 32 WNI ke tanah air pada 10 dan 11 Maret lalu. Saat ini, pemerintah sedang merampungkan evakuasi tahap kedua yang mencakup 34 WNI.
Baca Juga:
Kuasa Hukum Keluarga Minta Kasus Diplomat Arya Daru Ditangani Bareskrim
"Evakuasi tahap kedua tengah berproses, ini diikuti oleh 34 WNI yang juga akan diterbangkan ke tanah air dalam dua gelombang. Gelombang pertama insyaallah akan tiba pukul hari ini pukul 18.00 sebanyak 20 orang, dan besok 14 orang akan tiba di Jakarta," jelasnya.
Heni menambahkan bahwa pihak Kedubes (KBRI) Teheran akan terus melanjutkan penilaian keamanan untuk menentukan langkah evakuasi selanjutnya, dengan mempertimbangkan kesediaan para WNI yang masih berada di Iran.
6.000 WNI Terjebak di Bandara