WAHANANEWS.CO, Jakarta - Denmark mulai mengerahkan pasukan pendahulu berikut perlengkapan militernya ke Greenland di tengah meningkatnya tensi geopolitik terkait kepentingan strategis pulau tersebut di kawasan Arktik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya awal untuk memperkuat kesiapsiagaan pertahanan Denmark di wilayah otonom yang memiliki posisi vital secara geopolitik.
Baca Juga:
Trump Incar Greenland, Eropa Merapat dan Pasang Badan Bela Denmark
Pasukan yang dikirim memiliki tugas utama menyiapkan kebutuhan logistik dan infrastruktur dasar sebagai antisipasi kemungkinan kedatangan pasukan Denmark dan negara sekutu dalam jumlah lebih besar.
Media lokal DR melaporkan, pengerahan ini menandai keseriusan pemerintah Denmark dalam meningkatkan kehadiran militernya di Greenland, seiring meningkatnya perhatian global terhadap kawasan Arktik.
Meski demikian, sebagian besar kekuatan tempur Denmark saat ini masih terikat pada komitmen pertahanan bersama NATO, khususnya di kawasan negara-negara Baltik.
Baca Juga:
Dilibas Pasangan Denmark, Fajar/Rian Gagal Melaju ke Final Thailand Open 2025
Kondisi tersebut membuat pengerahan pasukan ke Greenland dilakukan secara bertahap dan melibatkan personel militer internasional sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kolektif.
Juru bicara Partai Enhedslisten yang berhaluan kiri menyatakan bahwa pasukan Denmark akan bergabung dengan kekuatan internasional.
"Ini merupakan keputusan yang bijaksana," ujarnya dikutip Anadolu, Kamis (15/1/2025).
Ia menambahkan, sejumlah tentara dari negara-negara Eropa juga akan bergerak menuju Greenland.
"Sehingga pengerahan ini merupakan sinyal tegas kepada kekuatan besar mana pun agar tidak coba-coba mengancam Greenland," ujarnya.
Greenland sendiri merupakan wilayah otonom yang berada di bawah kedaulatan Kerajaan Denmark.
Pulau terbesar di dunia ini memiliki nilai strategis tinggi serta kekayaan sumber daya mineral yang melimpah, sehingga menarik perhatian berbagai negara besar, termasuk Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Denmark bersama otoritas Greenland secara tegas menolak wacana penjualan pulau tersebut dan menegaskan kedaulatan Denmark atas wilayah itu.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, menyatakan bahwa negaranya tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menjadikan kehadiran militer di Greenland bersifat jangka panjang dan lebih permanen.
"Kami sedang bergerak maju untuk memperkuat kehadiran kami di Greenland," ujarnya.
Poulsen juga memastikan bahwa kehadiran militer negara-negara anggota NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) di pulau tersebut akan terus ditingkatkan sebagai bentuk dukungan terhadap Denmark.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa negaranya perlu mengambil alih Greenland guna mencegah pengaruh Rusia dan Tiongkok di kawasan Arktik.
"Memiliki Greenland adalah kebutuhan mutlak demi kepentingan keamanan ekonomi AS," ucapnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]