WAHANANEWS.CO - Kolombia bersiap mengambil langkah ekstrem untuk mengendalikan lonjakan populasi kuda nil yang kian tak terkendali, termasuk rencana eutanasia terhadap puluhan ekor demi menyelamatkan ekosistem.
Pemerintah Kolombia menargetkan sekitar 80 kuda nil akan disuntik mati mulai paruh kedua 2026, sebagai bagian dari upaya menekan populasi yang saat ini mencapai sekitar 200 ekor di wilayah Sungai Magdalena pada Senin (20/4/2026).
Baca Juga:
BBM RON 98 Naik, BPKN Ingatkan Pemerintah Waspadai Efek Domino dan Jaga Daya Beli
Menteri Lingkungan Hidup Kolombia, Irene Vélez, memperingatkan bahwa tanpa intervensi serius, jumlah kuda nil bisa melonjak drastis hingga 1.000 ekor pada tahun 2035.
"Kita harus bertindak untuk mengurangi populasi kuda nil. Tindakan ini sangat penting untuk melindungi ekosistem dan spesies asli kita," kata Vélez.
Ia menjelaskan bahwa kuda nil yang tergolong spesies invasif ini mengancam keberlangsungan satwa lokal seperti penyu sungai dan manatee, sekaligus menyebabkan pencemaran lingkungan perairan.
Baca Juga:
Dari Konflik Lama hingga Penikaman, Nus Kei Tewas di Maluku Tenggara
"Kami memperkirakan ada sekitar 80 ekor yang mungkin akan menjadi sasaran tindakan (eutanasia) ini," ujarnya.
Keberadaan kuda nil di Kolombia sendiri bermula dari impor ilegal pada 1980-an oleh gembong narkoba Pablo Escobar, yang saat itu memelihara hewan tersebut di kebun binatang pribadinya.
Sejak itu, populasi kuda nil berkembang pesat tanpa kontrol, meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan oleh otoritas setempat.