WahanaNews.co | China dan India menarik pasukannya dari daerah perbatasan di dekat
Himalaya, Ladakh, yang selama ini menjadi sengketa.
Pejabat kedua negara membenarkan jika
pasukan telah ditarik dari daerah tersebut, seiring dengan meredanya ketegangan yang telah berjalan selama berbulan-bulan.
Baca Juga:
Usai Dipolisikan GAMKI, JK Bantah Menista Ajaran Kristen
Iring-iringan pasukan mulai
meninggalkan perbatasan pada Rabu (10/2/2021), dari sisi selatan dan utara Danau Pangong di negara bagian
Ladakh.
Mengutip AP, Menteri Pertahanan India, Rajnath
Singh, kepada Parlemen mengatakan jika kedua negara sepakat untuk
menarik pasukan dan melakukan pengamanan yang terkoordinasi di daerah
perbatasan.
"Pembicaraan kami yang
berkelanjutan dengan China telah menghasilkan kesepakatan tentang pelepasan
hubungan di tepi utara dan selatan danau Pangong," katanya.
Baca Juga:
Kehebatan dan Sembilan Karakter Gubernur Pramono
Sementara itu,
Kementerian Pertahanan China, dalam keterangannya, mengatakan, kedua
pihak telah mulai menarik pasukan yang disinkronkan dan terorganisir.
Ketegangan antara China dan India
pertama kali terjadi pada 1962.
Sejak saat itu, kedua
pihak kerap terlibat bentrokan, hingga puncaknya terjadi pada 15 Juni
2002, yang menewaskan 20 tentara India dan tidak ada rincian korban
dari pihak China.
Kedua pihak juga beberapa kali
melakukan serangkaian upaya untuk meredakan ketegangan, namun permasalahan tak
kunjung terselesaikan.
Ketegangan kembali pecah pada 15 Juni 2020 lalu, ketika 20 tentara India tewas dalam
sebuah bentrokan dengan pasukan China.
Kedua pihak saling klaim pasukan satu
sama lain melewati daerah perbatasan.
Sejak saat itu,
ketegangan antara kedua negara meningkat, puluhan tentara dan perlengkapan
perang ditempatkan di sepanjang Garis Kontrol Aktual (LAC) yang menjadi daerah
perebutan.
LAC memisahkan daerah China dan India
yang membentang dari Ladakh di area barat negara bagian Arunachal Pradesh di
India Timur.
India mengklaim dataran tinggi Aksai
China yang dikuasai China sebagai bagian dari wilayah Ladakh.
Pada September lalu, India dan China
saling tuding pengerahan pasukan ke daerah perbatasan.
Ketegangan berlanjut hingga aksi
pemblokiran aplikasi seluler buatan China oleh pemerintah India. [dhn]