WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jumlah korban tewas dalam gelombang unjuk rasa yang melanda Iran dalam beberapa pekan terakhir hingga kini masih belum dapat dipastikan secara akurat.
Seorang pejabat pemerintah Iran menyebutkan bahwa sedikitnya 5.000 orang dilaporkan meninggal dunia sejak aksi protes tersebut berlangsung.
Baca Juga:
G7 Peringatkan Iran soal Sanksi Tambahan akibat Represi terhadap Warga
Pejabat tersebut menyatakan bahwa angka tersebut berasal dari data korban tewas yang telah terverifikasi.
Ia juga mengungkapkan adanya keterlibatan pihak bersenjata yang disebut telah membunuh warga Iran yang tidak bersalah selama situasi kerusuhan berlangsung.
Berdasarkan laporan Reuters, rangkaian unjuk rasa terjadi di berbagai wilayah Iran sejak Minggu, 28 Desember 2026.
Baca Juga:
Ancam Potong Tangan Trump, Iran Peringatkan Pembalasan ke Basis AS
Aksi massa ini dipicu oleh memburuknya kondisi ekonomi yang dirasakan secara luas oleh masyarakat di berbagai daerah.
Unjuk rasa tersebut kemudian berkembang menjadi kerusuhan besar dan disebut sebagai yang paling mematikan sejak terjadinya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979.
Dalam perkembangannya, aparat keamanan Iran dilaporkan melakukan tindakan keras terhadap para demonstran selama upaya pembubaran massa.