WAHANANEWS.CO, Jakarta - Israel dan Hizbullah menyepakati gencatan senjata terbaru atas konflik mematikan di Lebanon. Serangan Israel di Lebanon sebelumnya nyaris mengancam pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
"Hizbullah dan Israel telah menyepakati gencatan senjata," kata pejabat senior AS. Setelah baku tembak yang terjadi sebelumnya hari ini, Israel dan Hizbullah kini berada dalam gencatan senjata," kata pejabat itu, dikutip dari Reuters, Sabtu (20/6/2026).
Baca Juga:
Prabowo Instruksikan Semua Tingkatan Sekolah di RI Harus Belajar Bahasa Prancis
Disebutkan, gencatan senjata itu senjata mulai berlaku Jumat (19/6/2026) pukul 16:00.
Melansir CNN International, para pejabat Israel-Hizbullah menyatakan akan mematuhi gencatan senjata, dengan syarat tidak ada pihak yang melanggar.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) damai dengan Iran di di Istana Versailles, Perancis, Rabu (17/6/2026). Peristiwa itu terjadi di sela pertemuan KTT G7 di Perancis. MoU memuat 14 poin itu pun telah diteken oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Baca Juga:
Prabowo dan Macron Kompak Dukung Kemerdekaan Bangsa Palestina
Menindaklanjuti hal ini, kedua negara pun memutuskan melanjutkan pembicaraan damai.
Hanya saja, pembahasan damai AS-Iran yang seharusnya dibicarakan dalam pertemuan kedua pihak di Burgenstock, Swiss, Jumat (19/6/2026) batal terlaksana. Wakil Presiden JD Vance pun diberitakan tak jadi berangkat ke Swiss.
CNBC International melansir Financial Times yang melaporkan, pembatalan pembicaraan damai itu terjadi akibat serangan mematikan oleh Israel di Lebanon.