WAHANANEWS.CO, Jakarta - Angka korban jiwa dalam gelombang demonstrasi besar di Iran melonjak tajam hingga mengguncang perhatian dunia internasional, dengan ribuan nyawa dilaporkan melayang dalam bentrokan yang kian brutal.
Sebanyak 2.403 orang dilaporkan meninggal dunia dalam demonstrasi di Iran, Selasa (13/1/2026), berdasarkan laporan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency (HRANA).
Baca Juga:
Gelombang Demonstrasi Iran Dibalas Peluru Tajam, Korban Jiwa Terus Bertambah
Disebutkan HRANA, korban tewas tersebut termasuk anak-anak di bawah usia 18 tahun dan menandai lonjakan signifikan dibanding laporan sebelumnya yang mencatat 1.850 orang meninggal dunia dalam rangkaian unjuk rasa.
Hingga kini, laporan HRANA tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh sejumlah media internasional.
Gelombang demonstrasi besar-besaran di Iran telah berlangsung sejak 28 Desember dan terus meluas di berbagai kota.
Baca Juga:
Di Tengah Gelombang Protes, Iran Gantung Pria yang Dituduh Agen Mossad
Bentrok tak terhindarkan ketika aparat keamanan berhadapan dengan massa demonstran setelah aksi protes berubah ricuh.
Dilaporkan pula, sejumlah massa membakar gedung-gedung pemerintah dan masjid, sementara bendera nasional Iran dirusak dan dirobek di beberapa titik unjuk rasa.
Awalnya, demonstrasi dipicu oleh krisis ekonomi yang menekan kehidupan masyarakat, namun dalam perkembangannya tuntutan meluas menjadi desakan perubahan rezim Ayatollah Ali Khamenei.