Pemerintah Iran menuding demonstrasi tersebut ditunggangi kepentingan asing, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Sejak awal, Amerika Serikat dan Israel secara terbuka menyatakan dukungan terhadap rakyat Iran untuk menggulingkan kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei.
Baca Juga:
AS Buru Pemimpin Milisi Irak, Hadiah Rp 172 Miliar Disiapkan
Dibuka sejumlah opsi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melakukan intervensi, termasuk kemungkinan serangan militer.
Sebaliknya, Iran menegaskan kesiapan menghadapi perang dan menyatakan akan melancarkan serangan antisipatif apabila Amerika Serikat dan Israel ikut campur secara langsung.
“Situasi di Iran kini memasuki fase paling berbahaya karena eskalasi kekerasan di dalam negeri beririsan langsung dengan kepentingan geopolitik global,” ujar pengamat hubungan internasional dari Middle East Policy Institute, Jonathan Mercer.
Baca Juga:
Rakyat Kecil di Penjara Karena Kuasai Tanahnya Sendiri, Sedangkan PTPN IV Kuasai Aset Pemprov Jambi tanpa Sepeser Sumbangsih ke Daerah
Menurut Mercer, tingginya angka korban jiwa berpotensi mempercepat tekanan internasional terhadap Iran sekaligus meningkatkan risiko konflik terbuka di kawasan Timur Tengah.
“Iran berada dalam pusaran antara krisis legitimasi internal dan tekanan eksternal yang bisa berubah menjadi konflik regional berskala besar,” katanya.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.