Namun publik tetap marah karena pos presiden dan perdana menteri masih dipegang Rajapaksa.
Oposisi terbesar di Sri Lanka, Kekuatan Rakyat Bersatu atau SJB, menolak mentah-mentah tawaran presiden.
Baca Juga:
Kabur 7 Pekan, Eks Presiden Sri Lanka Akhirnya Pulang
"Masyarakat di negara ini ingin Gotabaya dan seluruh keluarga Rajapaksa meninggalkan jabatan mereka. Kami tidak dapat menentang keinginan rakyat, dan kami tidak bisa bekerja bersama para pejabat korup," ujar pejabat tinggi SJB, Ranjth Madduma Banadara.
SJB memiliki 54 perwakilan dari total 225 anggota parlemen Sri Lanka.
Penolakan atas permintaan presiden ini dipastikan berujung pada semakin parahnya krisis ekonomi dan politik di Sri Lanka. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.