WAHANANEWS.CO, Jakarta - Serangan balasan Iran terhadap Israel kembali meningkat setelah militer Teheran mengklaim telah menggempur fasilitas energi strategis di kota Haifa menggunakan drone.
Serangan tersebut menyasar kilang minyak serta tangki penyimpanan bahan bakar milik Israel sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas energi Iran, Selasa (10/3/2025).
Baca Juga:
IAEA Uangkap Iran Punya 200 Kg Uranium Disimpan Isfahan, Bisa Jadi Bom Nuklir
"Angkatan udara Iran, sebagai respons atas serangan terhadap fasilitas penyimpanan minyak Iran, menggunakan drone untuk menyerang kilang minyak dan gas serta fasilitas penyimpanan bahan bakar milik rezim Zionis di Haifa," kata militer Iran dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah IRIB.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa serangan itu terjadi dalam beberapa jam terakhir sebagai bagian dari operasi militer balasan Iran.
Sementara itu Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal tambahan dari wilayah Iran menuju Israel.
Baca Juga:
Iran Tegas: Tak Ada Lagi Diplomasi dengan AS, Siap Perang Panjang
Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan langsung diaktifkan untuk mencegat rudal yang masuk ke wilayah udara negara tersebut.
Seorang koresponden RIA Novosti melaporkan bahwa sirene peringatan serangan udara terdengar di Tel Aviv serta di berbagai wilayah Israel bagian tengah setelah gelombang serangan roket terbaru dari Iran.
Ledakan juga terdengar di langit yang diduga berasal dari operasi sistem pertahanan udara Israel yang berusaha mencegat rudal yang masuk.
Menurut sistem peringatan roket Israel, alarm serangan diaktifkan di sebagian besar wilayah Israel tengah termasuk kawasan Yerusalem serta wilayah Tepi Barat.
Sebelumnya satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat pecahan roket yang jatuh di Israel tengah, Senin (9/3/2025).
Eskalasi konflik meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran termasuk di ibu kota Teheran, Jumat (28/2/2025).
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar serta menimbulkan korban sipil di berbagai wilayah Iran.
Iran kemudian merespons dengan meluncurkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]